Bjorka Kembali Muncul Setelah 2 Hari Menghilang

16 Sep 2022 Metropolitan
Bjorka Kembali Muncul Setelah 2 Hari Menghilang

Keterangan Gambar : Ilustrasi photo (istimewa)


Bak buka puasa, pembocor berbagai dokumen pemerintah dan korporasi Bjorka kembali berceloteh lewat thread alias utas di situs gelap BreachForums setelah beberapa hari menghilang. Siapa sasarannya?

Diketahui, Bjorka sempat menghilang terutama usai tumbangnya sejumlah akun media sosialnya.

Di forum jual beli bocoran data, Breached.to, yang menjadi tempat awal kemunculannya, status Bjorka terlihat offline dengan kunjungan terakhir (Last Visit) yakni Rabu (14/9) pukul 05.27 WIB.

Aktivitas terakhirnya adalah Minggu (11/9) yakni memperbarui tautan atau link bocoran data surat-surat untuk Presiden.

Sementara, komentar terakhirnya di forum itu adalah pada Jumat (9/9) dalam thread berjudul 'award the media attractor to Bjorka'. "woooaa thanks everyone," kicaunya, menyambut apresiasi dari user forum lainnya.

Di Twitter, Bjorka terakhir kali berkomentar via akun @bjorkanesian pada Selasa (13/9) saat membuat sayembara berhadiah US$1.000 (sekitar Rp14,8 juta) bagi siapa pun yang dapat mengungkap dalang pembunuhan aktivis HAM Munis Said Thalib.

Tak lama, akun tersebut kena suspend seperti dua akunnya terdahulu.

Di Telegram, kicauan terakhirnya di grup kedua yang dibuatnya tersebut adalah tentang pengakuannya yang sedang mencari seorang penerjemah.

"Saya butuh penerjemah. jika kamu penerjemah dan kamu adalah perempuan, tolong kontak saya. berikan saya tarifmu," tulisnya di grup Telegram pada Selasa (13/9) malam.

"Ah saya lupa, kamu harus bisa berbicara bahasa polandia juga," lanjutnya.

Setelah itu, Bjorka bak menghilang.

Diangkut aparat? Terlebih, muncul pengakuan dari Menko Polhukam Mahfud MD bahwa pihaknya sudah mengidentifikasi sosok Bjorka. Selain itu, muncul tudingan terhadap remaja Cirebon dan penangkapan terhadap pemuda Madiun.

Dua hari usai celoteh terakhirnya, Kamis (15/9), Bjorka kembali melontarkan serbuan kata-kata pada Pemerintah, terutama menanggapi klaim Mahfud dan tudingan pada bocah Cirebon dan pemuda Madiun.

"Itu sepenuhnya omong kosong. Pemerintah Indonesia merasa telah mengidentifikasi saya berdasarkan misinformasi dari Dark Tracer, yang telah memberikan layanan palsu kepada pemerintah Indonesia. Mungkin anak ini sekarang telah ditangkap dan diinterogasi oleh pemerintah Indonesia. Untuk Dark Tracer, memberikan informasi yang salah kepada sekumpulan idiot adalah dosa," cetusnya.

"Seorang hacker wannabe juga memberikan informasi palsu di Instagram. Meskipun saya tidak pernah punya akun TikTok dan Instagram" lanjut Bjorka.

Tak ketinggalan, Bjorka menuliskan pengakuan bahwa Presiden segera mengganti seorang menteri yang dianggapnya tak becus dengan yang lebih ahli di bidangnya.

Soal pembentukan tim khusus untuk memburunya, Bjorka mengatakan, "Ya, semoga sukses. Silakan untuk mengontak jika Anda butuh bantuan mengatasi masalah ini. Saya senang membantu."

Terpisah, Pakar Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ridi Ferdiana meminta pemerintah tak perlu repot-repot mengurusi identitas asli peretas Bjorka.

Ridi menyarankan agar tim respons darurat bentukan Presiden Joko Widodo lebih konsentrasi pada penguatan keamanan data daripada sibuk melacak identitasnya.

"Bjorka saat ini sudah dipastikan menyebarkan data, tetapi belum tentu hacker-nya yang bersangkutan," kata dia, Rabu (14/9).

#JR #Rasurya #sumber CNN Indonesia 

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment