Cara Jitu Manfaatkan Lokapasar dan Media Sosial untuk Promosi
Literasi Digital Sulawesi 2021

13 Sep 2021 Ekonomi Bisnis
Cara Jitu Manfaatkan Lokapasar dan Media Sosial untuk Promosi

KENDARI - Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (13/09/21).

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Cerdas dan Aman Manfaatkan Lokapasar". Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Program yang dipandu oleh Tristania Dyah sebagai moderator ini dihadiri oleh 666 peserta dan menghadirkan empat orang narasumber, yaitu Digital Strategist Expert BangunDigdaya, Chrisma Wibowo; Owner Kedai Kopi Pesisir Tenggara, Tamzil Sukri; dosen dan Ketua Galeri Investasi Syariah Universitas Muhammadiyah Buton, Hasrul Adan, serta Capital Market Educator & pemengaruh @Ngertisaham Frisca Devi Choirina.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Tamzil Sukri sebagai pemateri pertama tampil dengan membawakan tema “Peran dan Fungsi E-Market dalam Mendukung Produk Lokal”.

Ia mengatakan, sejumlah keunggulan penggunaan e-pasar untuk produk lokal, antara lain risiko kecil, hemat biaya, lebih responsif, pengolahan data lebih akurat, interaksi lebih luas, membuka peluang ekspor, serta aksesibilitas global. Sedangkan produk.

"Contoh produk pertanian, peternakan atau perkebunan lokal yang berpeluang besar untuk dipasarkan secara luas di e-pasar, contohnya kopi, gula aren, ataupun madu. Ingat, hanya produk lokal berkualitas lah yang dapat bersaing di e-pasar," kata dia.

Selanjutnya, Chrisma Wibowo menyampaikan paparan berjudul “Marketplace, Akses, Jenis, dan Fitur”. Menurut dia, pendapatan e-dagang di Tanah Air diproyeksi terus tumbuh hingga 10,21% per tahun, bahkan diperkirakan akan mencapai US$ 56,4 juta pada 2025 mendatang.

Oleh sebab itu, UMKM harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk pengembangan usahanya, misalnya melalui aplikasi Google Bisnisku, optimalisasi mesin pencarian, memanfaatkan loka pasar, serta aktif promosi di media sosial.

"Saran saya, manfaatkan lokapasar dulu, sehingga brand lebih dikenal pasar, barulah memiliki toko daring sendiri," jelasnya.

Pemateri ketiga, Hasrul Adan, memaparkan materi bertema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, untuk mendukung kegiatan usaha dan produktivitas, warganet dapat membelanjakan uangnya membeli perangkat teknologi berupa gawai atau alat elektronik terbaru.

"Jika beli kamera hanya untuk memotret beberapa kali lalu tidak terpakai bertahun-tahun, itu masih berbudaya konsumtif," katanya.

Frisca Devi Choirina, sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Tips dan Trik Investasi Aman dan Nyaman di Dunia Internet”. Ia mengatakan, paradigma di masyarakat mesti bergeser, yaitu dari menabung pangkal kaya menjadi investasi pangkal kaya.

Meski banyak instrumen investasi yang dapat dipilih, namun harus cermat terkait kelegalannya, potensi risiko, maupun keuntungannya. "Investasi itu proses, yang bisa bertumbuh dari tahun ke tahun. Sehingga butuh konsistensi," tutur Frisca.

Sesi berikutnya adalah tanya jawab yang dipandu oleh moderator, Tristania Dyah. Salah satu peserta, Lindru, bertanya tentang bagaimana mengatasi sifat konsumtif anak-anak yang mudah tergiur dengan produk yang sedang viral di TikTok.

Menanggapi hal tersebut, Hasrul Adan mengatakan, selama tidak mengganggu perencanaan keuangan, belanja produk tersebut tidak masalah. Namun, jika tujuan pembelian tersebut hanya karena keinginan, maka ada baiknya bisa menahan diri serta kurangi melihat tayangan TikTok.

Webinar literasi digital ini mendapat dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif. Dalam kegiatan di Kendari tersebut, panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.  ***JR/SR.

 

Editor: Sarwono




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment