CERI: Pertamina Kilang Indonesia Terkesan Bohongi Rakyat Soal Kilang Balongan Berhenti Operasi

22 Des 2020 Ekonomi Bisnis
CERI: Pertamina Kilang Indonesia Terkesan Bohongi Rakyat Soal Kilang Balongan Berhenti Operasi

Sejak kasus tender kilang Olifin Tuban senilai Rp 50 triliun kami investigasi, saat itu salah satu  Direktur  sub holding PT. Kilang Pertamina Indonesia  pada (26/11/2020), telah memberikan arahan kepada kami, bahwa kebijakan PT KPI untuk menjawab setiap pertanyaan dan konfirmasi terkait kinerja kilang melalui satu pintu, yaitu harap berhubungan langsung dengan Corporate Secretary ( Corsec) dijabat oleh Ir Ifki Sukarya.

Sejak itu, kami setiap mengajukan pertanyaan dan konfirmasi sesuai arahan CEO PT KPI melalui Corsec, termasuk surat pertanyaan kami terbaru pada tgl 20 Desember 2020 perihal 3 butir pertanyaan yang telah kami kirimkan pada hari Minggu pagi jam 08.19 wib, dan direspon pada jam 13.47 oleh Corsec mengatakan  "siang pak Yusri..minta waktu dulu kordinasi, kemudian kami sepakat paling lambat dijawab  pertanyaan tersebut  pada hari senin siang (21/12/20).

Namun sampai hari selasa ini, jangankan menjawab, untuk membaca  pesan whatsapp kami pun sudah tidak mau, padahal pesan Wa itu untuk mengingatkan janji yang telah diucapkan Corsec.

Mengingat UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, ketiga pertanyaan yang diajukan oleh CERI bersifat sangat umum dan wajib serta sangat pantas untuk diketahui oleh publik.

Apalagi soal proyek kilang RDMP ( Refinery Development  Master Plan/ Upgrading ) dan GRR ( Grass Root Refinery/bangun kilang baru) sesuai Peraturan Presiden nomor 109 tahun 2020 Tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional, telah menjadi perhatian banyak orang.

Oleh sebab itu, kami berkesimpulan bahwa, Corsec PT KPI yang tupoksi bertindak untuk atas nama  kepentingan perusahaan, diduga  PT KPI telah dengan sengaja membohongi kami/ CERI yang rencana dari hasil jawaban itu akan dikemas dalam rilis berita CERI sebagai rangkaian catatan akhir tahun 2020.

Maka wajarlah kalau Ahok pernah mengatakan, bahwa "bagaimana mungkin supir taxi bisa disuruh menyupiri mobil formula one untuk balap di sirkuit". Pesan Ahok saat itu jelas untuk menyikapi soal kinerja proyek RDMP Balikpapan.

Terbukti kinerja PT Kilang ini memang amburadul, termasuk proyek RDMP Balikpapan jalannya terseok seok, hanya mengerjakan OSBL/ Outside Batery limit).

Sementara infonya untuk aktifitas  ISBL/ Inside Batery Limit) seperti Revam CDU, Naphta Hydrotreater, Platforming Hydrocraker sebagai tahap 1, dan  Isomerisasi dan RCC sebagai tahap 2  ini belum dikerjakan.

Untuk menutupi kelambatan ini, hanya mengerjakan OSBL yang kecil kecil saja, seperti instalasi tangki dan boiler. 

Lazimnya, progres RDMP Balikpapan di akhir Desember 2020 harusnya sekitar 70%*, karena kontruksi sudah dimulai pada Febuari 2019, pekerjaan Upgrading RDMP  harusnya bisa lebih cepat daripada GRR. 

Tidak hanya itu, kami mempunyai bukti kuat bahwa selama tahun 2019 hingga 2020,  proyek GRR mandek, karena banyak investor yang serius telah mengajukan LOI sejak tahun 2019, direspon setengah hati oleh pejabat Pertamina terkait.

Kami menduga, Corsec takut menjawab atas arahan atasan nya, karena  Direksi Pertamina terkait program RDMP dan GRR telah melakukan kebohongan publik selama ini, atas penjelasan nya diberbagai media TV, cetak dan Online. ***Jr.

 

Penulis: Yusri Usman, — Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Jadwal Sholat

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, instagram dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah perlu adanya tindakan Lockdown di Indonesia untuk mengatasi penyebaran virus Covid-19?
  Sangat Diperlukan
  Diperlukan
  Tidak Begitu Diperlukan
  Sangat Tidak Perlu