Harga BBM Subsidi Naik, Ini Yang Dilakukan Serikat Pekerja Pertamina

07 Okt 2022 Nasional
Harga BBM Subsidi Naik,  Ini Yang Dilakukan Serikat Pekerja Pertamina

Jakarta – Terkait naiknya  harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsisdi yang banyak menuai aksi protes dari kalangan masyarakat,  Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB )  menyatakan selalu berada di atas kepentingan masyarakat umum. Meski begitu, federasi tetap harus bersikap proporsional dalam berpendapat.

Presiden FSPPB  Arie Gumilar tidak menampik bahwa kebijakan penaikan harga BBM subsidi menuai kontroversi. Bahkan protes keras dan demonstrasi dari berbagai eIemen masyarakat yang dilakukan dibeberapa kota.

Arie juga memahami bahwa unjuk rasa adalah hak setiap warga negara untuk mengemukakan pendapat yang dilindungi Undang-undang.

“Ketika masyarakat  rame melakukan aksi demo memprotes kenaikan harga BBM subsidi, kami mencoba meluruskan dan memberikan pemahaman.  Kita tidak menghalang-halanginya,” kata Arie, saat ramah-tamah dengan sejumlah media, di kantor FSPPB, Jakarta, Kamis (06/10/2022).

"Kami dari serikat pekerja Pertamina mencoba agar demo tersebut tidak salah sasaran. Dan tidak sedikit kalangan yang sebelum melakukan aksi turun ke jalsn, berkonsultasi dengan kita,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai FSPPB tidak ikut demonstrasi memprotes kenaikan harga BBM subsidi, Arie menegaskan  “Ini bukan semata ikut dan tidak ikut demonstrasi. Ini menyangkut pemahaman,  pasalnya banyak dari  mereka yang berdemonstrasi gak mengetahui substansi dan esensinya," ujarnya. 

Lebih lanjut  Arie menuturkan  pihaknya juga  turut mensosialisasikan kebijakan-kebijakan atau pendapat-pendapat dari perusahaan.

“Sebab pihak perusahaan sedikit sekali mengeluarkan rilis karena strategi komunikasinya diambil oleh Kementerian BUMN, Federasi pun pun diminta untuk tidak terlalu reaktif menanggapi isu-isu yang berkembang," tutur Arie.

Selain itu,  seiring dengan kenaikan harga BBM subsisi, terdapat juga peluncuran program Subsidi Tepat (Sasaran). Menurut Arie program ini sedikit membuat masyarakat terkaget-kaget karena belum ada sosialisasi yang memadai sehingga memudahkan kalangan tertentu untuk memutarbalikkan isu tersebut.  Menghadapi  situasi seperti itu, FSPPB mengambil sikap profesional.

“Kita melakukan edukasi. Beberapa Serikat Pekerja menyelenggarakan seminar-seminar nasional di beberapa kota yang menghadirkan pejabat,-pejabat dari perusahaan dan pengamat publik. Peserta seminar terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum serta para pekerja," terang Arie Gumiar.

Dalam even tersebut FSPPB menjawab dan meluruskan isu-isu yang berkembang. Disamping itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan organisasi-organisasi kemahasiswaan. Tujuannya memberikan informasi agar dalam penyampaian dan aksinya tidak justru kontraproduktif terhadap suplai energi di negeri ini.

Sementara itu, Sutrisno Sekretsris Jenderal FSPPB menyebut penaikan harga BBM subsidi karena di negeri ini belum memiliki kemandirian dan swasembada diibidang energi.

"Tentunya kenaikan harga BBM membuat masyarakat dan kita semua menderita. Tetapi  masalah ini harus dipahami secara komprehensif dan proporsional. Jangan hanya menangkap asap tanpa memahami substansinya. Meskipun ada kenaikan, harganya masih di bawah harga pokok,"  pungkas Sutrisno.    ***JR/SR.

 

Editor: Sarwono




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment