Kritis Terhadap Informasi yang Masuk agar Tak Terpeleset Hoaks
Literasi Digital Sulawesi 2021

21 Jul 2021 Nasional
Kritis Terhadap Informasi yang Masuk agar Tak Terpeleset Hoaks

Kendari - Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 21 Juli 2021 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Bersama Lawan kabar Bohong”.

Program kali ini menghadirkan 1107 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Trainer Tersertifikasi GNI Network Antihoax sekaligus Tim Cek Fakta dan Disinformasi Nurfahmi Budiarto, dosen Komunikasi Universitas Halu Oleo Kendari Aswan Zanynu, Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Kendari Jumrana, dan Influencer Digital Inal Tora.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Nurul Nur Azizah selaku Jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Aswan Zanynu yang membawakan tema “Informasi, Identitas, dan Jejak Digital”. Menurut dia, media sosial menjadikan warganet sebagai produsen sekaligus konsumen, karena itu gunakan untuk hal bermanfaat.

Selain itu, dunia maya juga merupakan perpanjangan dari dunia nyata atau keseharian seseorang, sehingga perlu diatur batasan privasi dan jaga reputasi. "Selalu berhati-hati, tidak ada jejak aktif yang betul-betul bisa terhapus dan jelas pasif yang bisa terlindungi," katanya. 

Berikutnya, Jumrana menyampaikan materi berjudul “Hoaks dan Dampak Penyebarannya”. Ia mengatakan, hoaks atau informasi palsu terbagi menjadi misinformasi, disinformasi, serta malinformasi. Agar tidak terpapar, warganet wajib bersifat kritis terhad

ap informasi yang masuk, waspada dengan judul yang provokatif, periksa keaslian gambar, cek penulis maupun narasumber info, serta bandingkan dengan sumber yang berbeda.

"Dampak maraknya penyebaran hoaks bisa menyebabkan disintegrasi bangsa, serta masyarakat tidak bisa lagi membedakan antara fakta dan kebohongan," ujar dia. 

Sebagai pemateri ketiga, Nurfahmi Budiarto membawakan tema tentang “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, sebelum mengunggah konten di media sosial, sepatutnya warganet melakukan beberapa 

langkah. Yakni, saring informasi dengan pengetahuan diri maupun lingkungan, periksa diksi, serta cek dengan sumber lain yang terpercaya.

"Amannya, yang sopan-sopan dan informatif saja yang dinaikkan di media sosial. Karena banyak orang yang akhirnya terpeleset dan berurusan dengan hukum," jelasnya. 

Adapun Inal Tora, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Internet Sehat dan Aman”. Ia mengatakan, beberapa kiat aman dalam menggunakan internet dalam keluarga.

Diantaranya, melindungi informasi yang pribadi dan sensitif, penggunaan internet disesuaikan dengan tingkatan usia anak, melakukan pembatasan akses pada sembarang tautan, serta selektif dalam memilih konten.

"Terapkan aturan digital dengan family link, memblokir situs dewasa, serta gunakan aplikasi yang dibutuhkan seperti YouTube Kids, dan lain sebagainya," tuturnya.  

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Indonesia menjadi negara paling tidak sopan di dunia maya se Asia Tenggara, bagaimana cara perbaiki rekam jejak digital tersebut,” tanya Ihsan, salah satu peserta  Literasi Digital di Kendari.

Menurut Aswan, rekam jejak digital akan sulit terhapus, sehingga ke depan perlu edukasi publik agar lebih sopan.  

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. ***JR/SR.

 

Editor: Sarwono

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment