Literasi Digital Sulawesi, Kontrol Diri Dalam Penggunaan Aplikasi Percakapan

12 Jul 2021 Nasional
Literasi Digital Sulawesi, Kontrol Diri Dalam Penggunaan Aplikasi Percakapan

Bone - Sebanyak 1214 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 12 Juli 2021, di Bone, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Mengenal Aplikasi Percakapan”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Trainer GNI & Editor Viva co.id, Endah Lismartini; Trainer GNI dan Jurnalis Deutsche Welle (DW), Nurdin Amir; CEO Jelajah Sultra & Ketua Harian GenP,I Sultra Rahman Jasmanto Ashari; dan Dosen Unsulbar, Amalia Chairy.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah jurnalis Septi Wulandari. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden Jokowi.

Pemateri pertama adalah Endah Lismartini yang membawakan tema “Mengenal Fitur Percakapan Daring”. Menurut dia, pengontrol dalam aplikasi percakapan yang semakin luas adalah diri sendiri.

“Jika tidak hati-hati menggunakannya, kemungkinan disadap tinggi, termasuk mengambil data diri juga tinggi. Kuncinya kembali ke pribadi masing-masing karena tidak ada jaminan bahwa satu aplikasi percakapan aman,” katanya. 

Berikutnya, Rahman Jasmanto menyampaikan materi berjudul “Etika Berjejaring Sosial, Tanganmu Harimaumu”. Dia menyarankan untuk membatasi unggahan yang bersifat personal.

“Tidak semua orang atau teman harus mengetahui semua sisi kehidupan kita. Privasi dalam media sosial sangat penting untuk melindungi kita dari kejahatan,” ujarnya. 

Sebagai pemateri ketiga, Nurdin Amir membawakan tema tentang “Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, bebas berekspresi atau berpendapat namun ada batasan supaya tidak terjebak ranah hukum.

“Jenis informasi yang dilarang meliputi pornografi, penyebaran ujaran kebencian, hasutan untuk melakukan pembunuhan hingga SARA yang memicu diskriminasi, kekerasan dan permusuhan,” terangnya. 

Adapun Amalia Chairy, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Tips Menjaga Keamanan Digital Bagi Anak-anak di Dunia Maya”.

Dia menghimbau para orangtua agar menjadi sahabat terbaik untuk anak.

“Pendamping teraman bagi anak adalah orangtua yang selalu ada, serta mau  belajar dalam penggunaan media digital,” ucapnya. 

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator.

Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Setiap kita membagikan sesuatu di aplikasi percakapan, apakah data yang kita kirimkan akan disimpan oleh aplikasi tersebut atau hilang begitu saja?” tanya Jefry Tampubolon, salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Bone. 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. ***JR/SR.

 

 

Editor:Sarwono




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment