Lokapasar: Inovasi Baru Berbelanja di Era Pandemi
Literasi Digital Sulawesi 2021

24 Sep 2021 Ekonomi Bisnis
Lokapasar: Inovasi Baru Berbelanja di Era Pandemi

Makassar – Sebanyak 599 peserta di Makassar, Sulawesi Selatan. antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” secara virtual pada 24 September 2021.

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang diangkat pada hari ini adalah “Dari Hobi Jadi ‘Pundi’”.

Program kali ini dipandu oleh Desy Indira selaku moderator dengan menghadirkan empat pembicara yang terdiri dari Anwar Fattah selaku dosen dan praktisi ICT, Tuhu Nugeraha selaku Digital Business Consultant, Rane Hafled selaku Digital dan Social Strategy, dan Amanda Karina Putri selaku pemengaruh (influencer).

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. Adapun yang hadir berikutnya adalah Anwar Fattah selaku pemateri pertama dengan membawakan tema “Marketplace: Aksesibilitas, Jenis dan Fitur”.

Anwar menjelaskan bahwa penggunaan lokapasar tidak hanya menguntungkan bagi penjual, namun juga bagi pembeli mulai dari menghemat waktu dan biaya, harga yang lebih murah, serta sistem belanja yang tidak berbatas waktu dan wilayah.

“Selama punya gawai, Anda dapat mengakses lokapasar selama 24 jam, tidak seperti pasar konvensional yang terbatas waktunya,” kata  Anwar  dalam siaran pers, Jumat (24/09/21).

Sesi dilanjutkan oleh Amanda Karina Putri yang membawakan tema “Peran dan Fungsi E-Market dalam Mendukung Produk Lokal”. Seperti yang telah diketahui, pandemi menyebabkan terbatasnya mobilitas masyarakat.

Hal ini tentunya berpengaruh terhadap kegiatan jual beli, terutama yang masih bersifat tradisional. Menurut Amanda, pada masa ini, situs lokapasar amat berpengaruh dalam membantu penjual dalam menjangkau pasar yang lebih luas.

Ini dibuktikan dengan meningkatnya 64% penjualan berdasarkan riset yang dilakukan terhadap kurang lebih 600 penjual yang telah bergabung ke situs lokapasar.

Tuhu Nugeraha selaku pemateri ketiga membawakan tema “Productive Digital Culture: Preparing Yourself in Digital Economy Driven by Information and Network”. Dalam sesinya, Tuhu menjelaskan bahwa tuntutan pada era sekarang berbeda dengan era terdahulu. Generasi sekarang dituntut untuk terampil membaca data.

“Penting sekali untuk bisa membaca data. Kenapa? Karena dengan adanya open data and information itu tidak akan jalan kalau kita tidak mengerti cara membaca datanya seperti apa,” tuturnya.

Sesi pemberian materi diakhiri oleh Rane Hafied dengan tema “Aman Bertransaksi dan Berinvestasi secara Daring”. Rane menghimbau agar masyarakat tidak menggunakan jaringan internet publik saat bertransaksi.

“Lebih baik menggunakan koneksi data sendiri baik jaringan internet di rumah ataupun koneksi data milik sendiri,” pesan dia.

 

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada narasumber, sepuluh penanya terpilih juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi.

Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta yang menanyakan apakah ada dampak dari lokapasar dan apakah dampak buruk tersebut dapat menyebabkan kerugian yang amat besar bagi seseorang. Menurut Amanda, dampak buruk dari lokapasar adalah terjadinya perang harga yang menyebabkan berkurangnya keuntungan.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.  ***JR/SR.

 

Editor: Sarwono

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment