Pefindo Beberkan Perkembangan Pasar Surat Utang Korporasi di Indonesia Semester I-2021

08 Jul 2021 Ekonomi Bisnis
Pefindo Beberkan Perkembangan Pasar Surat Utang Korporasi di Indonesia Semester I-2021

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) hari ini memberikan update perkembangan pasar surat utang korporasi di Indonesia

Dalam paparannya disampaikan, realisasi penerbitan obligasi korporasi sebesar Rp 43,36 triliun hingga semester I-2021.

Penerbitan obligasi korporasi ini meningkat dibandingkan realisasi pada semester I-2020 sebesar Rp 30,03 triliun.

Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra memaparkan, dari realisasi tersebut, Rp 42,41 triliun di antaranya berasal dari perusahaan tercatat (listed).

Sementara sisanya, sebesar Rp 0,95 triliun merupakan realisasi dari korporasi non-listed.Kendati begitu, prospek penerbitan obligasi korporasi pada sisa tahun ini masih dibayangi ketidakpastian akibat perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri.

Termasuk kebijakan yang menyertainya, seperti pemberlakuan PPKM Darurat yang saat ini berlangsung.

Selain memperlambat pemulihan ekonomi, situasi ini menyebabkan persepsi risiko investasi di Indonesia berpotensi meningkat di mata para investor. Akibatnya, potensi serapan obligasi korporasi bisa terimbas.

"Hal ini membuat korporasi berpikir dua kali sebelum melakukan emisi surat utang," kata Salyadi, dalam press conference yang dilakukan secara virtual melalui Zoom, Kamis (08/07/2021).

Penerbitan sekuritisasi hingga semester I-2021 mengalami penurunan menjadi Rp0,6 triliun ( dari Rp1,1 triliun di periode yang sama pada 2020).

Jika dilihat dari jumlah emiten obligasi korporasi maka jumlah penerbit obligasi korporasi meningkat menjadi 28 perusahaan hingga semester I-2021 (dari 27 perusahaan di periode yang sama di 2020).

Salyadi mengatakan, penerbitan obligasi korporasi pada semester I/2021 menunjukkan puncaknya pada periode Maret-April lalu.

Hal tersebut terjadi seiring dengan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

Sedangkan sektor perbankan dan multifinance masih mendominasi jumlah emiten outstanding, dimana total outstanding obligasi korporasi hingga semester I/2021 adalah sebanyak Rp495,98 triliun yang terdiri dari 141 emiten.

Salyadi Saputra juga mengatakan untuk tingkat gagal bayar tertinggi sampai  dengan tahun 2012 adalah sektor Non-FI  (3,74%).

Tingkat gagal bayar Non-FI (Financial Institution) sampai dengan  tahun 2020 dan sampai dengan Juni 2021  masing-masing adalah sebesar 2,20% dan  2,52%.

Kemudian tingkat gagal bayar FI (Financial Institution)  pertama kali di tahun  2017 (0,09%) dan terus meningkat di tahun  2018 (0,13%).

Di tahun 2020 dan sampai  dengan Juni 2021 menurun menjadi 0,10%.

Pada awal tahun 2021, PEFINDO memproyeksi penerbitan surat utang korporasi tahun 2021 akan berkisar antara Rp122,0 triliun sampai Rp159,0 triliun.

"Hal ini seiring dengan jumlah surat utang yang jatuh tempo di tahun yang sama, yang mencapai  Rp125,4 triliun," pungkas Salyadi. ***JR/SR.

 

Editor: Sarwono.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment