PEFINDO Terima Mandat Penerbitan Obligasi Korporasi Sejumlah Rp 66,78 Triliun

19 Apr 2022 Ekonomi Bisnis
PEFINDO Terima Mandat Penerbitan Obligasi Korporasi Sejumlah Rp 66,78 Triliun

PEFINDO (PT. Pemeringkat Efek Indonesia)  resmi menerima  mandat penerbitan surat utang korporasi senilai Rp 66,78 triliun sampai  akhir Maret 2022. Adapun, mandat tersebut berasal dari 45 perusahaan BUMN senilai Rp 4,21 triliun,    dan  perusahaan non BUMN dengan total emisi mencapai Rp 36,14 triliun.

Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indriarsih mengatakan, perusahaan dari sektor konstruksi dan keuangan mendominasi pipeline pemeringkatan surat utang korporasi yang diterima Pefindo sampai akhir Maret 2022. 

Secara sektor ada industri pembiayaan, industri bubur kertas dan tisu, perbankan, telekomunikasi, dan properti yang masuk 6 besar pipeline pemeringkatan Pefindo.

"Sementara dari sisi jenis surat utang, penawaran umum berkelanjutan atau PUB, emisi barunya hampir Rp19,75 triliun dan obligasi Rp15,45 triliun," kata Niken dalam konferensi pers secara daring, Selasa (19/04/22).

Sebagai informasi, penerbitan surat utang secara nasional sepanjang kuartal I 2022 mencapai Rp40,36 triliun, meningkat sekitar 73,8 persen dibandingkan dengan jumlah emisi sepanjang kuartal I 2021 sebanyak Rp23,21 triliun. Dari nilai tersebut, sebanyak Rp31,82 triliun mendapat pemeringkatan dari Pefindo dan sisanya dari lembaga pemeringkat lain.

Lebih lanjut, Niken menerangkan, situasi pada awal 2021 sudah jauh lebih baik daripada 2020. Dan di awal 2022 ini,penerbitan surat utang naik signifikan daripada tahun lalu, bahkan lebih baik.

Penerbitan surat utang selama periode kuartal I 2022 didominasi oleh perusahaan non-BUMN. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan penerbitan surat utang oleh perusahaan non-BUMN mencapai Rp31,82 triliun. Sementara itu, penerbitan oleh perusahaan BUMN pada kuartal I 2022 sebesar Rp4,21 triliun. 

Berdasarkan sektornya, perusahaan multifinance paling banyak menerbitkan surat utang yakni mencapai Rp 9,96 triliun. Lalu, sektor pulp and paper yang menerbitkan surat utang senilai Rp 8,25 triliun dan perusahaan konstruksi senilai Rp 3,81 triliun.

Niken memprediksi, tahun 2022 ini total emisi penerbitan obligasi berkisar Rp 102 triliun hingga Rp 151 triliun. Adapun, faktor pendorong naiknya penerbitan obligasi di pasar modal tahun ini di antaranya, adanya kebutuhan untuk melakukan pembiayaan kembali atau refinancing, kebutuhan modal kerja, dan ekspektasi pemulihan ekonomi yang semakin membaik. 

"Tentunya lebih baik daripada total penerbitan surat utang di 2021. Untuk penggunaan dana masih akan sama seperti tahun lalu, yakni untuk kebutuhan modal kerja dan refinancing," pungkas Niken.   *** JR/Won.

 

Editor: Sarwono.

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment