Pefindo Update: Dapat Mandat Obligasi Korporasi Rp59,11 Triliun Siap Listing

19 Jul 2021 Ekonomi Bisnis
Pefindo Update: Dapat Mandat Obligasi Korporasi Rp59,11 Triliun Siap Listing

Keterangan Gambar : Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo,  Niken Indriarsih


Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia),  melaporkan telah menerima Rp59,11 triliun mandat surat utang korporasi per Jumat (16/7/2021) yang belum listing hingga saat ini.

Berdasarkan data Pefindo, total rencana penerbitan surat utang korporasi terbanyak yang belum listing berjumlah Rp13,00 triliun dari satu perusahaan induk.

Kemudian di posisi kedua adalah sektor konstruksi, di mana empat perusahaan menyiapkan emisi obligasi sejumlah Rp6,67 triliun. Menyusul di bawahnya yaitu sektor multifinansial sebanyak Rp4,20 triliun.

Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo,  Niken Indriarsih menyampaikan sektor mulai banyaknya rencana penerbitan surat utang di sektor konstruksi dipercaya karena seiring dengan adanya anggaran pemerintah yang meningkat.

Konstruksi Rp6,67 triliun, hal ini seiring dengan adanya anggaran pemerintah yang meningkat untuk sektor infrastruktur dibandingkan dengan tahun 2020 lalu,” kata Niken, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual Senin (19/07/21).

Mandat untuk pemeringkatan surat utang kepada Pefindo dengan total Rp59,11 triliun tersebut, ungkap Niken, berasal dari 39 perusahaan.

Di mana surat utang tersebut terdiri dari penerbitan obligasi dengan rencana emisi Rp23,57 triliun. Setelah itu juga ada penawaran umum berkelanjutan (PUB) baru sebesar Rp13,53 triliun.

Kemudian juga ada penerbitan sukuk untuk rencana emisi sebesar Rp9,25 triliun, medium term notes (MTN) dengan rencana emisi sebesar Rp4,33 triliun, rencana PUB sebanyak Rp4,57 triliun, dan sekuritisasi sebanyak Rp3,85 triliun.

Selama kuartal II/2021 ini yaitu dari 1 April hingga 30 Juni 2021, Pefindo sendiri telah mempublikasikan 55 peringkat dari 48 perusahaan.

Sebagian besarnya yaitu 32 pemeringkatan bertujuan sebagai pemantauan berkala. Lalu 10 diantaranya bertujuan untuk pemeringkatan pemantauan jatuh tempo.

Adapun sektor industri terbanyak yang melakukan pemeringkatan yaitu sektor pengolahan sebanyak 7 publikasi, properti 6 publikasi, dan konstruksi empat publikasi. ***JR/Sr.

 

Editor: Sarwono

 

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment