RUPS Pertamina Holding, Akan Terjadi Kudeta di Pucuk Pimpinannya?!

28 Mei 2024 Nasional
RUPS Pertamina Holding, Akan Terjadi Kudeta di Pucuk Pimpinannya?!

Jakarta - Mencuatnya isu perubahan nomenklatur di Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagaimana dilansir media indonesianmining.com edisi 18 Mei 2024 dengan judul 'Nomenklatur Berubah, Dannif Danusaputro Rangkap Urus Keuangan dan Investasi di PHE', membuat Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman tak bisa tinggal diam.  

"Saya sebenarnya malas juga menanggapinya karena saya lagi recovery kesehatannya. Banyak juga wartawan menghubungi dan menanyakan analisa saya menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina dan anak-anak usahanya dalam waktu dekat ini, ada pun RUPS yang akan digelar pertama adalah RUPS Pertamina Holding pada 29 Mei 2024, kemudian RUPS PT PGN Tbk pada 30 Mei 2024, RUPS Subholding PT Pertamina Hulu Energi pada 31 Mei 20224, RUPS PT Pertamina International Shipping (PIS) pada 5 Juni 2024, RUPS PT Pertamina Patra Niaga pada 11 Juni 2024, RUPS PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) pada 12 Juni 2024 serta RUPS PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) pada 30 Juni 2024. Karena masih dalam recovery kesehatan, saya masih belum mau berkomentar apa pun, walaupun kami punya banyak data tentang rekam jejak para direksi yang sedang menjabat dan yang akan menjabat," kata Yusri.

Meski demikian, kata Yusri lagi, lantaran ia menilai isu perubahan nomenklatur di Pertamina Hulu Energi (PHE) itu merupakan hal yang prinsip bagi kelangsungan usaha Pertamina sebagai BUMN strategis bagi negara, makanya ia tak bisa tinggal diam. Karena Menteri BUMN Erick Thohir saja pernah menyatakan di berbagai media bahwa BUMN itu bukan Badan Usaha Milik Nenek Loe. 

"Saya kirimkan ke semua Direksi Pertamina Holding berita tentang perubahan nomenklatur di PHE itu. Termasuk kepada Ibu Nicke Widyawati juga saya kirimkan. Namun belakangan saya lihat Ibu Nicke sudah memblokir nomer whatsapp saya sejak 25 April 2024 setelah saya kirimkan berita berjudul Di Kasus LNG Corpus Christi, Hakim Mesti Hadirkan Nicke Widyawati dan Dwi Soetjipto di Sidang Karen Agustiawan," beber Yusri. 

Selain kepada Nicke Widyawati, Yusri juga mengirimkan berita tersebut kepada Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Holding,  Alfian Nasution. 

"Saya bilang ke Pak Alfian Nasution, pak, aneh juga ini terjadi di sub holding PHE seorang Wamen langsung tanpa melalui holding ya sesuai berita? Padahal, kita tahu Komite Investasi di Korporat Pertamina itu terdiri dari tiga direktorat, Direktorat Teknis, Direktorat Investasi dan Direktorat Keuangan. Ini membuktikan bahwa memang harus dipisah supaya ada fungsi kontrol. Nah kalau sekarang digabung, berarti struktur organisasi PHE bertentangan dengan konsep holdingnya sendiri serta bagaimana menjaga fungsi kontrol dan resiko?," ungkap Yusri.

"Aneh kan. Di corporate ada pemisahan Dirut dengan Wakil Dirut, yang dulu telah dirubah ketika Pak Dwi Soetjipto dicopot sebagai Dirut dan Almarhum Ahmad Bambang sebagai Wadirut Pertamina," lanjut Yusri. 

Namun, kata Yusri, sekarang di Sub Holding PHE. Kalau niatnya simplifikasi, ya digabung semua, tapi ada big potential risk atau potensi resiko besar.

Menjawab pertanyaan tersebut, kata Yusri, Alfian Nasution mengaku kepadanya tak dapat berkomentar banyak.

"Selamat siang pak, gak elok saya untuk banyak berkomentar namun sepengetahuan saya ini telah melalui kajian yang komprehensif sehingga organisasi yang baru dapat mengakselerasi investasi serta mampu memanage dan antisipasi semua resiko," ungkap Yusri menirukan jawaban Alfian Nasution kepadanya melalui pesan whatsapp.

Yusri lantas menanggapi komentar Alfian Nasution itu. "Pak, kajian internal atau konsultan EY atau PWC? Artinya sudah atas persetujuan
Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Pertamina Holding  rencana perombakan kewenangan keuangan dan investasi di PHE ?," tanya Yusri lagi kepada Alfian Nasution.

Alih-alih membeberkan apa yang ia ketahui, kata Yusri, Alfian Nasution malah diam dan tak mau membaca pesan berikutnya. "Saya heran dengan sikap Alfian Nasution ini, apakah ini karena mungkin juga dugaan saya karena dia memang dekat dengan James, karena teman SD dan selalu berkunjung bersama ke Pekanbaru, yang mana rumornya santer disebut-sebut nama James ini sangat menentukan di BUMN," ungkap Yusri.

Usai mendapat respon tak wajar dari Alfian Nasution, Yusri mengatakan ia juga mengirimkan berita perubahan nomenklatur di Pertamina Hulu Energi (PHE) itu kepada Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Ahok. 

"Pak Ahok menjawab, cukup dikirimkan ke Pak Bambang Suswantono selaku Komisaris Pertamina yang juga menjabat sebagai Irjen Kementerian ESDM dan juga Plt Dirjen Minerba. Kemudian saya juga sudah kirimkan berita tersebut ke Pak Bambang. Selama ini beliau selalu terima pesan whatsapp dari saya, tapi sejak saya kirim berita perubahan nomenklatur PHE ini, kok dia diam saja. Terakhir saya tanyakan lagi, ternyata dia tidak terima seharian ini, diduga sudah memblokir nomer whatsapp saya atau lagi di luar negeri? Sementara nomor HP komisaris Pertamina Holding yang lain saya tidak punya," ungkap Yusri.

Yusri juga mengaku heran, sebab kalau dulu pada era Menteri BUMN Rini Soemarno santer kabar menyebutkan bahwa orang-orang BNI menguasai BUMN. "Apa sekarang di era Menteri BUMN Erick Thohir, orang-orang Mandiri semua yang menguasai BUMN?," gumam Yusri. 

Isu Perubahan Nomenklatur PHE

Sebagaimana dilansir media indonesianmining.com edisi 18 Mei 2024 berjudul Nomenklatur Berubah, Dannif Danusaputro Rangkap Urus Keuangan dan Investasi di PHE, disebutkan bahwa PT Pertamina Hulu Energi, subholding upstream PT Pertamina (Persero), mengubah salah satu nomenklatur di susunan direksi.
Perubahan itu terlihat dari posisi Dannif Danusaputro yang semula hanya duduk sebagai Direktur Keuangan PHE, kini diubah menjadi direktur Keuangan dan Investasi PHE.

Sumber Indonesian Mining di internal Pertamina yang enggan disebut namanya, Sabtu (18/5), berkata, “Itu tiba-tiba saja CFO (Chief Financial Officer) berubah nomenklaturnya menjadi CFO & Investment. Perubahan resmi terjadi pada Rabu (15/5) lalu.”

Sumber menambahkan, “Anehnya lagi di internal PHE, Upstream Business Development (UBD) dilebur ke dalam CFO. Ini tidak logis, yang pegang uang sekaligus dia sendiri yang belanjain. Tidak ada yang kontrol.”

Diungkap CERI Tahun 2016

Sementara itu, Yusri mengungkapkan, sebenarnya mengenai perubahan nomenklatur di tubuh Pertamina Holding itu pernah diungkap oleh CERI pada tahun 2016 silam. 

Sebagaimana dilansir media eksplorasi.id edisi 22 Oktober 2016 berjudul 'Rencana Perubahan Struktur di Pertamina, ‘Kudeta Merangkak’ Singkirkan Dwi Soetjipto?', disebutkan 

Apakah dengan munculnya Wadirut di Pertamina Holding saat ini, akan sama kejadiannya dengan tahun 2017 ketika Dwi Soetjipto dicopot dari Dirut Pertamina? Dan jabatan Wadirut dihapus oleh Kementerian BUMN dari struktur organisasi Pertamina?, sehingga RUPS Pertamina (Persero) Holding besok hari Rabu 29 Mei 2024 menarik ditunggu hasilnya untuk membuktikan akan terjadikah kudeta merangkak di pucuk pimpinan Pertamina.        ***(JR/Ono).

 

Editor: Sarwono




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment