Speed Up Never Let Up War On Drugs Jadikan Babel Bebas Narkoba

31 Des 2022 Metropolitan
Speed Up Never Let Up War On Drugs  Jadikan Babel Bebas Narkoba

Keterangan Gambar : Kegiatan Press Release akhir thn 2022 di kantor BNN Prov Babel Jumat Kemaren, Babel yg dihadiri Pj Gub Babel & Fokorpimda, Pinpinan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN Babel, (photo istimewa)


 

Speed Up Never Let Up War On Drugs, tag line yang diangkat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang dipimpin Brigjen Mz Muttaqien dalam memberantas peredaran Narkotika di wilayah ini.Mampu membakar semangat para petugas Dan masyarakat hal itu, terlihat saat acara penyampaian hasil kerja hingga akhir tahun 2022 ini, sebagai pertanggung jawaban kepada masyarakat, bangsa dan negara dalam menjalankan tugas selama satu tahun.Dengan hasil yang baik Hal ini dibuktikan dengan berhasil operasi Penangkapan 14 Jaringan Narkoba lintas Sumatra Oleh BNN Babel sejumlah 5,9 Kg shabu, 15.7 Kg ganja & 1192 extasi *senilai Rp 9,6 M + Sita Asset kekayaan Rp 16 M Tersangka dpt menyelamatkan 423.768 jiwa anak bangsa.*

“Seperti yang dinyatakan dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 2 tahun 2020 tentang pemberantasan Narkoba, yang mana barang haram ini tidak hanya menyasar orang dewasa tapi juga anak-anak, sehingga ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Kepala BNNP Babel, Brigjen MZ Mutaqqien di Pangkalpinang, Jum’at (30/12/2022).

Menurutnya selama tiga tahun terakhir terhitung sejak tahun 2020, 2021 dan 2022 terjadi penurunan kasus di Babel, hal ini terlihat dari data yang ada di tahun 2020 ada sebanyak 1.164 orang narapidana, kemudian di tahun 2021 ada peningkatan yakni sebanyak 1.571 orang, namun hingga akhir 2022 ini terhitung hingga 28 Desember 2022 terdapat penurunan yaitu sebanyak 1.113 orang.

Kemudian untuk pelaku penyalahgunaan Narkotika yang menjalani rehabilitasi sejak Januari hingga 28 Desember 2022 baik di rumah sakit, BNNP, BNNK serta Puskesmas ada sebanyak 849 orang.

“Sedangkan rehab sosial di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika (Lapasustik) per Agustus 2022 ada 300 orang,” paparnya.

“Lalu untuk tingkat prevalensi penyalahgunaan Narkorika berdasarkan hasil survey berbagai pihak di Babel sebesar 1,68 persen atau sebanyak 24.038 orang,” ujarnya.

Menurutnya pelaku penyalahgunaan Narkotika ini lebih rentan atau beresiko kepada perempuan, yang mana selama satu tahun terakhir mengalami peningkatan dari 0,29 persen di tahun 2019 menjadi 1,21 persen di tahun 2021.

Ditambahkannya selama tahun 2022 ini, BNNP Babel menyita barang bukti sebanyak 5.981,55 gram sabu, kemudian sebanyak 1.192 butir ekstasi atau 446,24 gram dan sebanyak 15.700 gram ganja.

“Di Indonesia terhitung tahun 2021 ada sebanyak 115.934 ribu orang yang menjalani hukuman di lapas maupun rumah tahanan, sedangkan dalam satu tahun itu ada sebanyak 18.000 orang atau 50 orang perhari,” terang Muttaqien.

“Oleh sebab itu, kami mengajak semua pihak mari bersama-sama memberantas peredaran Narkotika, kepada orang tua awasi pergaulan anak, apabila mengetahui ada penyalahgunaan Narkotika segera laporkan ke aparat hukum baik BNNP, BNNK atau kepolisian terdekat supaya segera ditindaklanjuti agar sedini mungkin 

Bisa ditangani oleh petugas setempat "himbau Brigjen Mz Muttaqien. 

 

#JR #Rasurya #dari berbagai sumber 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment